Kenapa Kita Harus Melakukan Sholat? (Part 2)

Sholat bukanlah sekadar kewajiban yang dilakukan lima kali dalam sehari. Di dalam Al-Qur’an, Allah menjelaskan bahwa sholat memiliki tujuan dan fungsi yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Sholat bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga menjadi sarana Allah untuk membimbing manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya petunjuk.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاَنْ اَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاتَّقُوْهُۗ وَهُوَ الَّذِيْٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

“Dan dirikanlah sholat serta bertakwalah kepada-Nya. Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.”
(QS. Al-An’am [6]: 72)

Ayat ini menunjukkan bahwa sholat merupakan perintah Allah yang harus ditegakkan sebagai bentuk ketakwaan dan kepatuhan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Tujuan Sholat

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ يُصَلِّيْ عَلَيْكُمْ وَمَلٰۤىِٕكَتُهٗ لِيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu, dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari berbagai kegelapan kepada cahaya. Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Ahzab [33]: 43)

Tujuan sholat adalah agar manusia memperoleh rahmat Allah serta dibimbing keluar dari berbagai bentuk kegelapan, seperti kebodohan, kemaksiatan, kesesatan, dan kezaliman menuju cahaya iman, ilmu, serta petunjuk-Nya.

Fungsi Sholat

Allah menjelaskan beberapa fungsi utama sholat di dalam Al-Qur’an.

1. Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 45)

Sholat yang dilakukan dengan benar akan membentuk akhlak seseorang sehingga ia mampu menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan dan keburukan.

2. Mengingat Allah sehingga Qalbu Menjadi Tenang

Allah berfirman:

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku.”
(QS. Thaha [20]: 14)

Allah juga berfirman:

اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah qalbu menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d [13]: 28)

Sholat merupakan bentuk dzikir yang paling sempurna sehingga hati menjadi tenang, damai, dan tidak mudah dikuasai oleh rasa takut maupun kegelisahan.

3. Membentuk Sikap Tunduk dan Patuh kepada Allah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِۚ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْۖ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا

“Muhammad adalah utusan Allah. Orang-orang yang bersama beliau bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Engkau melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya.”
(QS. Al-Fath [48]: 29)

Rukuk dan sujud bukan hanya gerakan fisik, tetapi lambang ketundukan dan kepatuhan seorang hamba di hadapan Allah. Semakin baik kualitas sholat seseorang, semakin tampak pula ketundukan dan ketaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, sholat bukan hanya kewajiban, melainkan sarana untuk memperoleh rahmat Allah, keluar dari kegelapan menuju cahaya petunjuk, menjaga diri dari kemungkaran, serta membentuk pribadi yang tunduk dan patuh kepada-Nya.

Apakah sholat yang kita kerjakan selama ini sudah menghasilkan perubahan akhlak dan ketundukan kepada Allah sebagaimana tujuan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an? (Bersambung)

_HA_

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *